“Tukang Kayu yang
Menyaksikan Siksa Kubur”
Pada suatu hari hiduplah satu
keluarga kaya-raya yang tinggal di subuah kota yang bisa
Dibilang kota terpencil .
Di rumah tersebut tinggallah satu orang ayah dan mempunyai tiga
anak. Anggap saja nama ayah itu “sukijan”
. Sukijan telah lama masuk rumah sakit akibat penyakit yang dideritanya.
Sukijan dipulangkan oleh
dokter dikarenakan sudah tidak sanggup
mengobati penyakit yang
diderita sukijan. Setelah mendengar hal tersbut, sukijan
memanggil ketiga anaknya. Belia berkata “nak,
umur ayah sudah tidak lama lagi, setelah ayah meninggal apakah ada yang mau
menemani ayah didalam kubur selama empat puluh hari? , kelak separuh dari harta
warisan ini akan menjadi milikmu . dan separuhnya lagi akan disumbangkan
kepanti asuhan” . Ketiga anak sukijan menolak permintaan ayahnya . Dikarenakan ketiga anak tersebut menolak
permintaan sang ayah, maka sukijan pun mengadakan saimbara kepada seluruh warga
yang bertempat dikota tersebut . Saimbara
tersebut berisikan “Barang siapa yang
sanggup menemani saya kelak nanti didalam kubur selama empat puluh hari, maka
akan kuberikan separuh dari hartaku”.
Saimbara telah berlaku dan tak
satupun warga dikota itu yang mau mengikutinya . Pada
Suatu hari, seorang tukang kayu mendengar saimbara yang
diberikan Sukijan kepada warga . Anggap saja nama situkang kayu “sukiman”.
Tanpa berpikir lagi sukimanpun mengikuti saimbara itu . Dan pada harinyapun
sukijan telah meninggal dan sukiman mulai menyiapkan diri untuk menemani
sukijan didalam kubur. Sukiman adalah seorang tukang kayu, maka dari itu dia
selalu membawa kapak kemana-mana begitupun pada saat menemani sukijan didalam
kubur.
Sukijan Telah terkubur begitu
juga dengan Sukiman. Pada hari pertama, datanglah dua
Malaikat yang akan menanyai sang mayat, Malaikat tidak
bertanya pada sukijan melainkan kepada sukiman “siapa kamu? Dan mengapa disini?” dan Sukimanpun menjawab “saya Sukiman , saya disini untuk memenuhi
saimbara dengan sarat menemani Sukijan
selama empat puluh hari” dua Malaikatpun pergi. Pada hari kedua, Malikat datang
kembali dan masih bertanya pada Sukijan “Apa
yang kau bawa itu? Dan untuk apa?” Sukimanpun menjawab “oh ini kapak, ini adalah alat untuk saya bekerja “ dan Malaikatpun
pergi lagi . Pada hari ketiga dua Malaikat datang lagi dan masih bertanya pada
sukiman “darimana kau dapatkan kapak itu?”
Sukimanpun menjawab “Saya membelinya” dan dua Malaikat itupun pergi lagi. Tiga puluh sembilan hari sudah berlalu, dua Malaikat itu selalu bertanya pada sukiman
dan dalam pertanyaan itu hanya tentang kapak itu .
Empat puluh hari sudah tiba, dan
tiba saatnya sukiman untuk keluar dari dalam kubur.
Diluar kubur banyak orang menunggu sukiman untuk keluar,
dan setelah sukiman keluar beliau langsung berkata “ Kalian ambil saja harta warisan itu, saya tidak membutuhkannya . tiga
puluh sembilan hari saya ditanyai oleh dua Malaikat dan itupun hanya tentang
satu kapak yang aku bawa, lantas bagiman jika aku mempunyai banyak harta, maka
berapa lama lagi aku ditanyai oleh Malaikat itu dan mungkinkah aku dapat
menjawabnya ?” dan si Tukang kayu itupun pergi .
Sekian

0 Komentar untuk "“Tukang Kayu yang Menyaksikan Siksa Kubur”"
Berkomentarlah secara sopan, baik dan sesuai topik tentunya ^_^