JANJIKU




JANJI


Namaku Azizah, aku adalah seorang remaja yang bisa dibilang sedikit cantik (sedikit) ,  dan bertempat di pedesaan yang bisa dibilang sangat pelosok . Dari kecil aku di-didik oleh orang tuaku agar selalu menepati janji , dan salah satu janji  yang aku buat sejak smp sampai sekarang yang masih tetap aq tepati yaitu tidak boleh bepacaran, mungkin kedua orang tua ku menyuruh ku membuat janji seperi itu juga untuk kebaikan ku.
Hari demi hari telah kulewati , dan pada saat menduduki bangku sekolah kelas 2 smk, aq diam-diam mempunyai sedikit perasaan pada seseorang yang menurutku sangat-sangatlah tidak disiplin , sering bolos sekolah, dan suka melawan guru . Ntah , perasaan ini datangnya darimana. Didalam hati “ada apa dengan perasaan ku saat ini ?? Kenapa aku jatuh cinta kepada dia (iqbal) ?? Tidak2 .. mikir apa aku ini .. masa iya aku jatuh cinta pada anak yang seperti itu ..”(sambil menggelengkan kepala), hari demi hari hati ku terus menyangkalnya. Sampai suatu hari, dipelajaran matematika ada tugas kelompok yang harus diselesaikan dalam jangka 2 minggu, setiap kelompok terdiri dari 2 orang yang dipilih secara acak oleh guru. Dan nama ku keluar dari acakan ibu guru yang mengejutkan ku ialah, setelah nama ku nama iqbal yang keluar, yang artinya aku satu kelompok dengan dia.
 4 hari telah  berlalu,  pada saat itu iqbal sangat menjengkelkan , dia sibuk dengan handphone nya dan tidak fokus pada tugasnya walaupun sudah diberi tahu berulang kali. Sampai pada akhirnya aq tidak tahan dengan sikapnya itu, tanpa banyak bicara lagi, aq langsung merampas handphone iqbal dari tangannya. Aku terkejut dengan apa yang tidak sengaja aku baca di bbm iqbal yaitu percakapan nya dengan seorang cewek yang bernama Dini. Setelah membaca percakapan itu aku memutuskan pergi dari rumah iqbal, walaupun iqbal sudah mencegah ku pergi dan meminta maaf dan berjanji tidak akan mengulanginya lagi tapi aku tidak mendengarkannya. Entah kenapa aku melakukan itu, entah marah karna tidak fokus atau cemburu ??
2 minggu sudah berlalu sejak tugas matematika diberikan, iqbal bingung harus bagaimana nanti saat menerangkan tugasnya didepan kelas. Dia sudah berkali kali bertanya kepada ku mengenangi tugas itutapi aku tidak memperdulikannya. Saat kelompok ku dipanggil untuk menerangakan didepan kelas, iqbal bingung kerna dia tidak tau apa yang harus ia terangakan didepan teman-teman dan gurunya. Akhirnya akh yang menerangkan dan tugas iqbal yaitu bertanya kepada semua teman apa ada pertanyaan dari apa yang kita jelaskan didepan. Semua teman yang dikelas tidak ada yang bertanya, karna aku menjelaskannya dengan sangat detail dan singkat. Tugas matematika ini pun akhirnya selesai dengan nilai kelompok ku yang paling bagus diantara kelompok lain dikelas. Selesainya tugas ini bertepatan dengan bel istirahat.
“Teeeet” bunyi bel istirahat, aku pun bersiap untuk makan siang yang aku bawa dari rumah. Tapi sebelum suapan pertama sampai dimulut iqbal datang mengagetkan ku dengan berteriak didepan mejaku sehingga makanan yang ada disendok pun jatuh kembali ketempat makan “azizah ..... makasih ya tadi sudah membatuku dan satu lagi maaf atas kejadian waktu itu dan karna sudah mengagetkan mu”(suaranya kembali normal saat meminta maaf), tetap saja walau pun dia berteriak seperti itu aku tetap diam.
Iqbal duduk disamping ku sambil senyum  sampai aku selesai makan, rasanya dilihatin terus apalagi saat makan itu risih dan membuatku tidak nyaman . Melihat usaha iqbal yang menurutku tulus akhirnya aku memaafkannya, dia sangat senang karna aku memaafkannya. Pada saat iqbal bahagia entah kenapa aku pun merasa bahagia, tanpa disadari iqbal bertanya kepada ku, apakah aku mau jadi sahabatnya dan aku meng-iya kan pertanyaannya itu.
Seiring berjalannya waktu aku dan iqbal sudah bersahabat selama  5 bulan, aku semakin tau sifat dia sebenarnya begitupun sebaliknya, hingga aku menyadari bahwa persaan ku sejak 5 bulan lalu itu adalah perasaan jatuh cinta. Tapi bagaimana aku menjelaskan perasaan ku ini kepadanya ?? Dia sahabat ku, tidak mungkin aku mengatakan kalau aku suka dengan dia, kalau aku mengatakannya apa yang dia pikirkan tentangku nanti ?? Akhirnya aku memutuskan untuk memendam perasaan ku ini dan berharap semoga perasaan ini segera hilang dari hati ku.
Tahun baru 2010 tinggal 2 hari lagi, aku diajak iqbal untuk merayakan tahun baru bersama. Aku sangat senang tapi disisi lain akh juga bingung bagaimana nanti minta izin kepada kedua orang tua ku ?? Tahun baru pun tiba, aku melihat iqbal didepan rumah dan meminta izin kepada kedua orang tua ku untuk mengizinkan aku merayakan tahun baru bersama. Ayah bertanya kepada ku “ siapa dia zah ??”(bertanya curiga) “teman, dia teman kelas ku. Ayah tenang saja aku tidak akan melupakan janji ku kepada kalian“(sambil senyum). Ayah pun mengizinkan ku merayakan tahun baru bersama iqbal.
Setibanya aku ditempat yang disiapkan iqbal untuk tahun baru. Tempat itu sangat indah dan romantis dan entah kenapa aku berfikir apakah dia punya persaaan yang sama dengan ku ?? Makanya dia mempersiapkan tempat yang seindah ini ?? Tapi perasaan bahagia ku hilang dalam sekejap ketika aku melihat seorang cewek datang dan ada tiga kursi yang mengelilingi meja yang berada ditengah tengah tempat itu. Iqbal mempesilahkan aku duduk sedangkan dia sendiri duduk diantara aku dan cewek itu. Dia meperkenakan cewek itu kepada ku kalau dia bernama Dini. Tepat pukul 00.00 WIB iqbal memegang tangan dini dan menyatakan cintanya setelah beberapa detik berlalu mereka berdua akhirnya resmi menjalin hubungan (berpacaran), mendengar hal itu tentu aku sangat terkejut dan menangis didalam hati yang tidak aku tunjukkan didepan sahabatku yang sekaligus cinta pertama ku. Iqbal memberi tau ku kenapa dia mengajakku ketempat ini, kerna dia ingin berbagi kebahagiaan dengan ku, tugas ku adalah aku harus bahagia dan setelah aku memberikan ucapan selamat kepada mereka berdua aku memutuskan untuk pergi dari tempat itu. Iqbal mecegahku pergi tapi dengan beralasan kalau sudah waktunya aku untuk pulang, mau tidak mau dia harus mengizinkan ku untuk pergi, tapi dengan 1 syarat yaitu aku harus mau diantar olehnya. Disepanjang jalan aku melihat mereka berdua sangat sedih tapi aku harus terlihat bahagia,hal itu ku lakukan agar iqbal tidak mengetahui perasaan ku yang sebenarnya kepadanya.
Sesampainya dirumah aku langsung masuk kedalam kamar aku menangis dan menulis apa yang aku alamni pada hari ini dalam buku dairy, dear dairy ada apa dengan perasaan ku saat ini ?? Mengapa aku cemburu melihat sahabat ku memiliki seorang kekasih ?? Ya Allah bagaimana cara untuk menghilangkan perasaan ku ini ..?? Atau bagaimana cara ku untuk menyembunyikan perasaan ku ini dihadapan dia, agar dia tidak mengetahui perasaanku yang sebenarnya  kalau aku menyukainya ??(Sambil menangis).
Hari demi hari pun berlalu sudah 6 bulan iqbal dan dini menjalin hubungan, selama itu pula aku selalu mendengar semua yang terjadi antara hubungan mereka berdua. Mendengar semua cerita itu aku semakin cemburu dan hampir saja ketahuan kalau aku menyukainya, tapi beruntung aku bisa mengelak dan beralasan kalau aku hanya bercanda. Tapi ada satu yang menjanggal dihati yaitu sehaj hari itu aku tidak pernah melihat dini lagi, aku hanya mendengar apapun yang terjadi antara mereka berdua. Tapi tidak masalah aku tidak melihat dini dengan iqbal bersama, karna kalau aku melihatnya aku akan merasa semakin sakit hati.
“teeeeet” bel pulang sekolah berbunyi, seperti biasa aku menunggu ayah menjemputku..sudah 20 menit aku menunggu tapi ayah tak kunjung datang. (Nada dering handphone/lagu) tiba tiba ibu menelfon dan memberi tau kalau ayah tidak bisa menjemput karna sepeda motor yang biasa dipakai ayah itu mogok, ibu menyuruh ku untuk pulang dengan naik becak. Disekeliling tidak ada tanda-tanda akan adanya becak tapi aku mendengar suara motor yang tidak asing bagi ku. Ternyata itu suara motor iqbal dia menawarkan ku untuk pulang dengannya tapi aku menolaknya, dia terus memaksa dan punya alasan yang membuatku mau pulang dengannya yaitu karna cuaca pada hari itu sangat mendung dan dia berkata “ini mau hujan, kalau kamu nunggu becak nanti keburu hujan, daripada kamu kehujanan disini mending aku antar”.
Ditengah perjalanan hujan pun turun dengan lebatnya, kami memutuskan untuk berteduh disalah satu toko yang tutup dipinggir jalan. Aku sangat kedinginan tanpa aku sadari iqbal meberiku jaket yang ia kenakan kepada ku pada saat itu aku berkhayal kalau yang dia alami itu seperti sepasanv kekasih yang ada di sinetron, khayalan ku sirna saat petir menyambar dengan kerasnya dan akupun sadar kalau itu hanya khayalan ku saja yang sebenarnya ialah iqbal adalah sahabat ku bukan kekasih ku.
2 minggu menjelang ulang tahun ku yang ke-17,hari itu aku lupa kalau aku udah janji pada iqbal akan ngembalikan buku yang aku pinjam beberapa hari yang lalu. Dia datang kerumah untuk mengambil bukunya tapi ibu ku yang menemuinya dan mempersilahkan iqbal masuk, sedangkan ibu ku bingung buku mana yang dia maksud, akhirnya ibu ku mengambil semua buku yang ada di rak buku dan meminta iqbal mengambilnya sendiri “maaf nak, tante tidak tau buku mana yang kamu maksud. Jadi kamu ambil sendiri ya” setelah iqbal mengambil bukunya dia pamit pulang ke ibu ku. Beberapa jam kemudian setelah aku sampai dirumah ibu memberi tau ku kalau tadi iqbal datang untuk mengambil bukunya, tapi saat itu aku belum merasa ada yang hilang dari salah satu buku ku yang ada di rak buku.
4 hari kemudian aku baru menyadari kalau buku dairy ku telang hilang, aku sudah bertanya kepada semua orang yang ada didalam rumah tapi tidak ada yang mengetahui siapa yang mengambil buku ku itu . Aku teringat dan berkata dalam hati “beberapa hari yang lalu iqbal datang kemari untuk mengambil bukunya dan ibu mengambil semua buku yang ada di rak. Apakah mungkin dia yang mengambil ?? Kalau dia yang mengambil ... apakah dia sudah tau kalau aku menyukainya ?? Semoga yang aku curigai tidak benar” .
Keesokan harinya aku bertanya kepada iqbal apakah dia yang mengambil buku dairy ku atau tidak, dia mengatakan “iya aku yang mengambilnya dan aku sudah membaca semua yang ada dibuku dairy mu itu, dan aku juga mengetahui kalau kamu sebenarnya menyukai ku sejak dulu .. iyak kan ?? “ aku bertanya kepada dia apa alasan dia melakukan itu tapi dia selalu menjawab ada alasan mengapa dia mengambilnya dan tidak bisa memberi tau ku sekarang. Setelah aku memdengar jawaban iqbal aku pergi meninggalkannya.
Sejak hari itu aku menjauh dari sahabat ku, dia sudah meminta maaf kepada ku atas kejadian buku dairy ku yang diambil olehnya itu. Aku terus menghindar darinya agar aku bisa melupakan semua perasaan ku ini padanya, tapu semakin aku menghindarinya perasaan ini malah tidak mau menghilang dari hatiku.
Hari ulang tahun ku yang ke-17 akhirnya tiba hari yang aku kira indah tapi malah sabaliknya semuanya hilang dari hidupku, sahabatku dan cinta ku tidak ada disisi ku untuk mengucapkan selamat ulang tahun kepadaku. Tiba tiba ada teman yang meberiku surat yang berisi datanglah dilapangan samping sekolah sepulang sekolah nanti hanya itu isi surat itu. Sepulang sekolah aku datang ketempat yang ada didalam surat itu, aku sangat terkejut saat aku melihat iqbal disana tidak ada orang lain lagi. Aku befikir apakah dia yang memberi ku surat itu ?? Aku menghampirinya dan bertanya mengapa dia ingin betemu aku disini ??“aku memintamu datang kemari yaitu aku ingin berkata jujur padamu, sebelum itu aku mengucapak selamat ulang tahun, aku juga ingin mengungkapkan isi hatiku yang sebenarnya kalau aku sejak dulu menyukaimu tapi aku tidak berani mengukapkannya dan kejadia tahun baru itu hanya kebohongan semua ceritaku tentang dini pun hanya kebohongan yang tujuanku hanya ingin membuatmu cemburu. Aku tau kalau kamu sebenarnya juga menyukaiku, saat ini aku bertanya padamu apakah kamu mau menjadi kekasihku ??” ucap iqbal. Aku bahagia mendengar penyataan itu dan ingin sekali menjadi kekasihnya, tapi disisi lain aku merasa sedih karna tidak akan pernah bisa menjadi kekasihnya dan kekasih siapapun. Aku menjawab dengan hampir menangis kalau aku tidak bisa, dan pergi meninggalkan dia.
Hari kelulusanpun datang aku berhasil menduduki 10 besar terbaik disekolah, kedua orang tua ku sangat bangga padaku dan semua teman dikelas memberi ucapan selamat padaku termasuk iqbal. Dia memberi ucapan selamat sambil menatapku dengan tatapan yang sama saat kejadian dilapangan waktu itu, yang membedakan yaitu dia bertanya padaku apakah aku masih menjadi sahabatnya ?? Aku memberi jawaban kalau dia akan selalu jadi sahabat ku tapi dia juga berkata kalau suatu saat nanti dia akan mendapatkan aku tapi dengab cara yang benar dan direstui kedua orang tua, mendengar hal itu aku tersenyum dan berharap semoga yang dua katakan akan menjadi kenyataan suatu saag nanti.
Saat ini akh bekerja disalah satu perusaan di indonesia sebagai pegawai admin, aku termasuk anak yang paling muda di kantor tersebut. Janji ku kepada kedua orang tua yang aku buat saat smp hampir selesai, janji itu selesai jika aku sudah bekerja selama satu tahun, tapi sebelum janji itu terselesaikan ada kejadian yang membuatku terikat akan kebahagiaan kedua orang tua ku. Sepulang kerja aku dikagetkan dengan seorang laki laki yang ada dirumah saat itu dia datang dengan tujuan ingin menikahi ku. Laki laki itu bernama rizki dia seorang pengusaha besi tua yang masih muda tapi sukses dia sudah mempunyai rumah dan mobil sendiri. Kedua orang tua ku juga ingin aku menikah dengannya dengan tujuan agar aku bisa mengubah nasib keluarga, padahal aku ingin sukses dengan hasil usahaku sendiri tapi tidak ada yang memahami keinginan ku ini, yang mereka tau hanyalah ingin mengubah nasib karna hanya dengan cara itu yang mereka ketahui yaitu menjodohkan ku dengan orang kaya.
Sekeras apapun usaha ku untuk memberi tau mereka apa yang aku ingin tapi tidak ada yang memahami ku . Aku hampir putus asa akan takdir ku saat ini dan berdo’a kepada Allah “ya Allah mengapa takdir ku seperti ini ?? Apakah aku tidak berhak untuk bahagia ?? Apa yang inginkan pada hambamu yang lemah ini ?? Mengapa kau memberikan aku ujian seperti ini ya Allah?? Apa kesalahanku sampai kau menghukumku seperti ini ??” (sambil menangis)
Ditahun baru 2013 keluarga ku dan keluarga rizki sepakat kalau 3 bulan kedepan akan terjadi pernikahan antara aku dan rizki, ditahun baru sekali lagi aku merasa sedih. Dalam pikiran ku sekelebat aku berfikir untuk kabur dari rumah tapi aku memurungkan pemikiran itu. Sejak hari keputusan pernikahan itu aku manjadi seorang yang memurung dan dan pendiam, semua keluarga bingung dengan perubahan sikapku itu. Ayah bertanya padaku memgapa aku berubah sikapnya aku menjawab dengan tegas dan hampir menagis “ saat ini kalian bertanya pada ku mengapa aku seperti ini ?? Baru kali ini kalian bertanya padaku  dan kalian tidak bertanya padaku tentang keinginan ku sendiri .. mengapa kalian seegois ini ?? Mengapa kalian melakukan hal ini padaku ?? Kalian mebuatku terikat dan tidak bisa berbuat apa-apa, sejak dulu aku seperti boneka kalian yang selalu berbuat semau kalian. Apa kalian tidak ingin tau apa yang ingin aku lakukan?apa yang aku inginkan ? Aku mengerti kalau kalian sudah lelah dengan kehidupan yang seperti ini, aku juga ingin kalian bahagaia dan hidup yang lebih baik dari ini, tapi dengan usaha ku sendiri. Aku juga punya hati dan perasaan yah..bu.. kalian tidak pernah menjodohkan kakak kakak ku yang lain tapi mengapa perjodohan ini terjadi padaku ?? Apa yang kalian inginkan dariku ?? Dan aku minta maaf karna bicara ku kasar kepada kalian, karna itu yang ada didalam hati ku selama ini yang tidak bisa aku ungkapkan selama ini” (menangis dan langsung pergi meninggalkan keluarga yang lain).  Setelah aku pergi mereka terdiam dan pergi kekamar masing-masing tanpa ada pembicaaraan.
Sepulang dari kantor aku bertemu dengan sahabat ku iqbal, dia baru bekerja di kantor sebelah tapi baru saat ini kami berjumpa kembali setelah lulus sekolah. Kami bernostalgia masa masa sekolah dulu, dalam sejenak aku melupakan maslah yang aku hadapi selama ini. Dan perasaan ku pada sahabatku belum berubah sejak dulu aku masih menyukai sahabatku itu, tapi aku tidak tau apakah dia masih menyukai ku atau dia sudah mempunyai kekasih ?? Aku tidak tau dan tidak mau bertanya padanya. Tiba tiba iqbal bertanya padaku apakah sekarang aku bisa menjadi kekasihnya? Aku bingung menjawab pertanyaan itu dan mengalihkan pembicaraan.
Hari pernikahan ku tinggal 2 bulan lagi dan pertemuan ku dengan iqbal sudah satu bulan. Tanpa sengaja dan aku sadari aku menceritakan permasalahanku selama ini padanya tentang perjodohan ku, dia terkejut dan berjanji padaku kalau pernikahan itu tidak akan pernah terjadi. Satu minggu kemudian iqbal datang kerumah bersama kelurganya untuk melamarku, aku sangat senang akan kedatangannya dan membuat sepercik harapan kalau aku akan bahagia bersama orang yang selama ini aku sayang dan cintai. Keluarga ku bingung harus berkata apa dengan iqbal dan keluarganya karna keluarga ku sudah berjanji kepada keluarga rizki untuk menikahkan ku dengan anak mereka, ayahku juga tidak mau kalau aku tidak bahagia. Keputusan akhir ayah ialah dia akan berdiskusi terlebih dahulu dengan semua anggota keluarga karna pernikahan bukan hanya pernikahan anatara 2 orang saja melaikan antara 2 keluarga, keluarga iqbal pun setuju dan memberikan waktu kepada keluarga ku untuk membicarakan hal ini kepada semua anggota keluarga.
Semua keluarga ku bingung apa yang harus dilakukan, lalu ayah memanggil ku untuk datang keruang tamu. Ayah bertanya padaku apa yang membuat ku bahagia, entah apa yang harus aku jawab pada saat itu didunia ini hanya 2 yang aku inginkan yaitu membahagiakan kedua orang tua dan bersama orang yang aku sayang dan menyayangiku. Kalau aku pilih kebahagiaan kedua orang tua ku maka hati dan perasaan ku yang tersiksa menjalani pernihakan nanti tapi kalau aku pilih bersama orang yang aku sayangi menyayangiku maka kedua orang tua ku merasa sedih. Dengan yakin aku menjawab “bismillah yang membuatku bahagia adalah disaat kedua orang tua ku bahagia”. Setelah aku menjawab aku di suruh kembali kekamar.
3 hari kemudian tanpa sepengetahuanku ayah dan ibu mengundang keluarga rizki dan keluarga iqbal datang kerumah, saat aku melihat kedua keluarga itu tentu aku merasa terkejut dan bertanya tanya mengapa mereka datang kemari secara bersamaan ??  Ayah pun menyuruhku untuk untuk duduk bersama mereka. Ayah menjelaskan mengapa mereka diundang kemari, ternyata ayah meminta maaf kepada keluarga rizki karna tidak bisa melanjutkan pernikahan ku dengan anak mereka dan menerima lamaran keluarga iqbal untuk ku.mendengar hal itu ada perasaan terkejut senang bahagia semuanya bercampur menjadi satu. Pada awalnya keluarga rizki merasa tersinggung karna dengan tiba-tiba dan tanpa alasan keluargaku membatalkan pernikahan secara sepihak, lalu ayah menjelaskan semuanya kepada mereka sehingga dengan ikhas keluarga rizki menerima pernyataan dari ayah ku dan keluarga iqbal merasa senang akan penerimaan lamaran iqbal untuk ku.
Beberapa bulan kemudian akhirnya yang aku dan iqbalmeresmikan hubungan kita dengan janji suci seumur hidup / menikah. Impianku selama ini akhirnya tercapai walaupun dengan banyak rintangan yang menghalangi ku. Aku baru sadar bahwa Allah memberi ujian kepada setiap hambannya sesuai dengan kemampuan hambanya dan Allah tidak mungkin memberi ujian melebihi kemampuan dari hambanya, terima kasih ya Allah karna ujianmu ini aku bisa lebih tabah menjalani ujianmu selanjutnya.
Komunikasi dalam sebuah keluarga itu sangat penting dan berpengaruh dalam kehidupan kita karna dengan komunikasi itu akan menimbulkan sebuah kebahagiaan suatu saat nanti.

 



Penulis : Hikmah 

1 Komentar untuk "JANJIKU"

Ceritanya bikin cengeng ..untung aja hidupku gk seperi azizah :`(

Berkomentarlah secara sopan, baik dan sesuai topik tentunya ^_^

Back To Top